4. Dukungan Efisiensi Energi
Dalam era keberlanjutan saat ini, pemantauan Jejak Karbon bukan lagi sekadar tren, melainkan kewajiban operasional. Jejak karbon mencakup estimasi emisi yang dihasilkan dari penggunaan alat berat dan distribusi logistik dalam rantai pasok industri.
Ambang Batas (Threshold) Emisi
Saat ini, belum ada satu angka "mutlak" yang dilarang secara universal, melainkan Sistem Batas Atas Emisi (SBAE) yang ditetapkan oleh pemerintah atau standar internasional sebagai berikut:
| Sektor | Acuan Ambang Batas / Standar |
|---|---|
| Proyek Pemerintah | Mengacu pada PUPR atau KLHK, mensyaratkan penurunan emisi 29-32% dari Business As Usual (BAU) pada 2030. |
| Logistik Global | Standardisasi dari GLEC Framework (Global Logistics Emissions Council). |
| Korporasi (SBTi) | Menargetkan pengurangan absolut emisi tahunan sebesar 4,2% untuk menyelaraskan dengan target suhu global 1,5°C. |
Menghitung kontribusi terhadap target Net Zero Emission regional dapat dimulai dari hal yang paling mendasar: Efisiensi Energi Operasional.
Kalkulator Jejak Karbon
Estimasi emisi alat berat & distribusi logistik
Ambang Batas Target: 0.29 tCO2e / Satuan Kerja
*Total emisi dari bahan bakar alat berat & transportasi
| Indikator | Satuan | Batas Max |
|---|---|---|
| Intensitas Emisi | tCO2e / Unit | 0.29 |
*Menilai kontribusi terhadap target Net Zero Emission regional melalui efisiensi alat berat.








.png)
.jpg)


