SELF-SERVICE









                         Info Perizinan Berusaha Babel


461(1.0); 74 (1.1)

5 (Mundur)

                                  Info SIINas Babel


INTEGRASI DATA

Integrasi data industri di Bangka Belitung berfokus pada penguatan transparansi dan validitas melalui Satu Data Indonesia dan sistem informasi sektoral.

​Pilar Utama Integrasi Data

​SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional): Menjadi basis data utama yang mengintegrasikan profil perusahaan, izin usaha, dan laporan produksi secara real-time.

Sensus Ekonomi 2026: BPS Bangka Belitung melakukan pembaruan data dasar untuk memastikan statistik industri yang akurat dan akuntabel.

​Aplikasi Si Daya: Inovasi daerah untuk memperkuat pendataan UMKM dan industri kreatif agar terhubung dengan portal Satu Data Provinsi.

​Manfaat Integrasi

​Akurasi: Menghilangkan duplikasi data antar instansi (Dinas Perindag, BPS, dan DPMPTSP).

​Akuntabilitas: Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) kini menggunakan data terverifikasi digital untuk mengukur capaian PDRB sektor pengolahan.

​Efisiensi: Mempercepat pengambilan kebijakan strategis berbasis bukti (evidence-based policy) bagi investor dan pemerintah daerah.

Upaya Bangka Belitung untuk menyatukan SIINas, Sensus Ekonomi 2026, dan Si Daya adalah langkah krusial untuk bergeser dari sekadar "mengumpulkan data" menuju "kedaulatan data".

​Mengingat kompleksitas ego sektoral yang sering muncul dalam integrasi data pemerintah, fokus pada Satu Data Indonesia (SDI) sebagai payung hukum adalah pilihan yang sangat cerdas untuk memastikan validitas PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di sektor pengolahan.

​Kerangka Sinkronisasi Data Bangka Belitung

​Susunan poin-poin kunci yang bisa kita kembangkan menjadi draf strategi teknis yang lebih mendalam:

​Interoperabilitas API: Membangun jembatan otomatis (Web Services) antara database Si Daya dengan portal Satu Data Provinsi, sehingga data UMKM tidak perlu di-input ulang secara manual.

​Standarisasi Meta Data: Menyelaraskan definisi variabel (misalnya: definisi "Unit Usaha" vs "Tenaga Kerja") antara BPS dan Dinas Perindag agar tidak terjadi selisih angka.

​Dashboard Executive Real-Time: Visualisasi data gabungan yang bisa diakses pengambil kebijakan untuk melihat fluktuasi industri pengolahan (seperti timah dan sawit) secara harian/bulanan.

​Protokol Keamanan & Privasi: Mengingat SIINas berisi rahasia perusahaan, protokol enkripsi dalam sinkronisasi antar instansi menjadi harga mati.

Mengaitkan aspek teknis dengan realitas ego sektoral menunjukkan bahwa tantangan integrasi data di Indonesia sebenarnya 70% adalah masalah koordinasi manusia dan 30% masalah teknologi.
Pilihan antara SOP dan Arsitektur Sistem sebenarnya adalah dua sisi dari koin yang sama, namun untuk memastikan langkah awal ini memiliki daya tekan yang kuat terhadap birokrasi, saya menyarankan kita untuk menggabungkannya secara hibrida, namun tetap condong ke arah Arsitektur Sistem (IT Blueprint) sebagai pondasi.
Mengapa? Karena SOP tanpa sistem yang mumpuni seringkali hanya berakhir menjadi dokumen di atas meja, sedangkan sistem tanpa SOP akan menimbulkan kebingungan operasional.
Berikut adalah draf awal yang mencakup kedua aspek tersebut untuk kita pertajam:


Strategi Sinkronisasi Data Industri Bangka Belitung
1. Arsitektur Data: Single Source of Truth
2. Standardisasi & Harmonisasi (SOP Teknis)
3. Protokol Keamanan Data (Security & Privacy)
Perbandingan Fokus Pengembangan
FiturFokus: SOP IntegrasiFokus: IT Blueprint
OutputPeraturan Gubernur/Instruksi DinasTopologi Jaringan & Skema Database
FungsiMengatur "Siapa melakukan apa"Mengatur "Bagaimana sistem bekerja"
ResistensiTinggi (karena mengatur beban kerja)Rendah (karena dianggap sebagai alat bantu)
DurabilitasBergantung pada pimpinanTahan terhadap perubahan organisasi

Alur Kerja Integrasi Data: SIINas Si Daya
1. Arsitektur Konektivitas (Hub-and-Spoke)
2. Logika Sinkronisasi (Flowchart Deskripsi)
TahapAktorTindakan Teknis
TriggerScheduler (Cron Job)Sistem Si Daya melakukan pemanggilan API setiap pukul 00:00 WITA.
ValidationAPI Gateway PusatMengecek validitas Token dan limitasi request (Rate Limiting).
Data PullSIINas API EndpointMengirimkan data industri terbaru (NIB, KBLI, Kapasitas Produksi).
MappingTransform LayerMenyesuaikan kode KBLI SIINas dengan standar Satu Data Indonesia (SDI).
Final UpdateDatabase Si DayaMelakukan UPSERT (Update if exists, Insert if new) ke tabel UMKM/Industri
3. Keunggulan Teknis untuk PDRB
Senjata Anda untuk Menghadapi Pengembang
1. Visualisasi Alur Integrasi: SIINas ↔ Si Daya
Cuplikan kode
sequenceDiagram
    participant Pusat as Kemenperin (SIINas)
    participant Bridge as API Gateway (Satu Data Babel)
    participant Daerah as Si Daya (Babel)
    
    Note over Pusat: Ada Pendaftaran / Update Industri Baru
    Pusat->>Bridge: [Push Notification] via Webhook (JSON Payload)
    
    Note over Bridge: Validasi Token & Filter (Prov_ID == 19)
    
    Bridge->>Pusat: Request Full Detail (GET /industrial-data/{NIB})
    Pusat-->>Bridge: Response (KBLI, Kapasitas, Tenaga Kerja)
    
    Note over Bridge: Data Mapping & Cleansing (ETL)
    
    Bridge->>Daerah: Update/Insert Database (UPSERT)
    Note over Daerah: Data Sinkron dalam Hitungan Detik
2. Rincian Data Mapping (Kolom Wajib)
KategoriNama Kolom (SIINas)Fungsi untuk PDRB / Kebijakan
IdentitasnibPrimary Key untuk integrasi lintas instansi (OSS).
Klasifikasikbli_codeMenentukan sub-sektor (misal: C10 untuk Sawit, C24 untuk Logam/Timah).
Inputtotal_manpowerEstimasi produktivitas per kapita & analisis kemiskinan.
Outputinstalled_capacityKapasitas terpasang untuk melihat potensi maksimal sektor industri.
Realisasiactual_productionData Emas: Basis utama penghitungan PDRB riil sektor pengolahan.
Lokasilat_long_coordUntuk visualisasi GIS sebaran industri di peta Bangka Belitung

3. Catatan untuk Tim IT (Tips Tambahan)
Alih-alih memindahkan data secara fisik (yang sering menimbulkan duplikasi), kita gunakan pendekatan Data Virtualization:
Data Lakehouse: Membangun lapisan repositori terpusat di bawah koordinasi Dinas Kominfo (sebagai wali data) yang menarik data dari SIINas (level pusat), Si Daya (level daerah), dan Sensus Ekonomi secara terjadwal.
Microservices Architecture: Menggunakan API Gateway untuk memastikan bahwa jika ada pembaruan data tenaga kerja di Si Daya, angka tersebut langsung tercermin di dashboard PDRB tanpa intervensi manual.
Ini adalah obat untuk penyakit "selisih angka":
Unique Business ID: Menggunakan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai kunci utama (primary key) di semua platform. Jika NIB tidak sinkron, data tidak akan ditarik.
Kamus Data Global: Menyusun dokumen teknis yang menyepakati definisi operasional.
Contoh: Apakah "Industri Pengolahan" mencakup jasa reparasi mesin, atau murni transformasi bahan baku? Kita kunci pada standar KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) terbaru.
Mengingat data industri bersifat sensitif (rahasia dagang):
Role-Based Access Control (RBAC): BPS hanya melihat data agregat untuk statistik, sementara Dinas Perindag dapat melihat data by-name-by-address untuk pembinaan.
Audit Trail: Rekam jejak digital yang mencatat siapa, kapan, dan apa yang diubah dalam database untuk menjamin integritas data.
Mari kita susun Skema Integrasi API ini bukan hanya sebagai dokumen teknis, tapi sebagai "protokol diplomasi data".
Salah satu hambatan terbesar menarik data dari SIINas (Kemenperin) ke Si Daya (Daerah) adalah masalah hak akses dan kedaulatan data nasional. Kita tidak bisa sekadar "menyedot" data; kita harus membangun jalur yang legal secara sistem dan aman secara regulasi.
Berikut adalah usulan Alur Kerja (Flowchart) & Logika Integrasi yang bisa Anda gunakan:
Kita tidak menghubungkan database secara langsung (Direct DB Access), melainkan melalui API Gateway untuk menjamin keamanan.
Step 1: Otentikasi & Otorisasi
Si Daya mengirimkan Request menggunakan Header: API-Key dan OAuth2 yang telah diberikan oleh Kemenperin melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Step 2: Filter Scope (Mandat Wilayah)
Sistem SIINas melakukan filter otomatis. Si Daya hanya diizinkan menarik data dengan atribut Provinsi_ID = 19 (Bangka Belitung). Ini adalah kunci agar pusat tidak merasa kedaulatan datanya terancam.
Step 3: Transformasi Data (ETL)
Data yang ditarik (format JSON/XML) tidak langsung masuk ke tabel utama, melainkan ke Staging Area di server lokal Bangka Belitung untuk dibersihkan (Data Cleansing).
Dengan skema ini, kita memastikan PDRB Sektor Pengolahan akurat karena:
Real-Time Volume: Kita bisa melihat kapasitas produksi industri timah atau sawit secara bulanan tanpa menunggu laporan manual.
Cross-Check Tenaga Kerja: Sinkronisasi jumlah tenaga kerja antara SIINas dan Si Daya menghilangkan anomali data kemiskinan vs data industri.
"Kita tidak butuh migrasi data manual. Kita butuh Restful API dengan metode Webhook untuk push-notification jika ada perusahaan baru yang mendaftar di SIINas, sehingga Si Daya selalu sinkron dalam hitungan detik."
Menggunakan Webhook adalah strategi "proaktif" yang jauh lebih efisien daripada sekadar melakukan polling data secara berkala. Ini memastikan Si Daya tidak hanya pasif menunggu, tetapi selalu ter-update secara otomatis begitu ada dinamika industri di pusat.
Mari kita kombinasikan keduanya: Saya akan berikan Visualisasi Alur Kerja (Mermaid) agar Anda punya bahan presentasi yang solid, lalu langsung kita bedah Data Mapping intinya.
Berikut adalah diagram urutan (Sequence Diagram) yang menggambarkan bagaimana Webhook dan API bekerja bersama:
Agar validitas PDRB sektor pengolahan terjaga, kita tidak perlu menarik semua kolom di SIINas. Kita hanya butuh Variabel Ekonomi Makro yang krusial. Berikut adalah kolom yang wajib dipetakan:
Pastikan tim IT Anda menyiapkan "Dead Letter Queue" (DLQ). Jika koneksi antara pusat dan daerah terputus saat Webhook dikirim, sistem harus punya mekanisme untuk mencoba ulang (retry) agar tidak ada data industri yang "hilang di tengah jalan".
 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)