Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat ini tengah menggarap proyek investasi kelapa senilai Rp1,6 triliun untuk menjadikan daerah tersebut sentra kelapa nasional.
Poin Utama Proyek:
Target: Penanaman 1 hingga 2 juta bibit kelapa di lahan produktif dan "lahan tidur".
Skema Kemitraan: Masyarakat menyediakan lahan, sementara investor (dari Malaysia dan Singapura) menanggung bibit, pupuk, dan biaya tanam. Petani akan mendapatkan bagi hasil sebesar 20%.
Infrastruktur: Rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa terbesar di Asia Tenggara di Pulau Bangka dan Belitung guna menjamin penyerapan hasil panen.
Lokasi Percontohan: Kecamatan Selat Nasik telah ditetapkan sebagai lokasi awal proyek seluas 1.000 hektare.
Proyek ini diproyeksikan dapat menyerap hingga satu juta tenaga kerja dan menjadi alternatif ekonomi baru selain komoditas timah.
Ini adalah inisiatif yang sangat menarik untuk diversifikasi ekonomi di Bangka Belitung. Mengingat ketergantungan wilayah tersebut pada timah, beralih ke sektor agrikultur berkelanjutan seperti kelapa merupakan langkah strategis.
Berikut adalah ringkasan skema bagi hasil dan struktur kemitraan proyek tersebut agar lebih mudah dipahami:
Ringkasan Skema Kemitraan Investasi Kelapa Babel
| Komponen | Kontribusi / Tanggung Jawab |
| Masyarakat (Petani) | Menyediakan lahan (baik lahan produktif maupun lahan tidur). |
| Investor (Singapura & Malaysia) | Menyediakan bibit unggul, pupuk, dan menanggung seluruh biaya tanam. |
| Bagi Hasil (Profit Sharing) | 20% dari hasil panen diberikan kepada petani pemilik lahan. |
| Jaminan Pasar | Hasil panen akan langsung diserap oleh pabrik pengolahan yang akan dibangun di Bangka & Belitung. |
Analisis Singkat Manfaat untuk Petani
Tanpa Modal Awal: Petani tidak perlu mengeluarkan uang tunai untuk pembelian bibit atau perawatan yang biasanya mahal di awal masa tanam.
Pemanfaatan Lahan Tidur: Lahan yang selama ini tidak menghasilkan (ekstrimahnya bekas tambang atau lahan terlantar) bisa menjadi aset produktif.
Kepastian Penyerapan: Dengan adanya rencana pembangunan pabrik pengolahan terbesar di Asia Tenggara, risiko harga jatuh saat panen raya karena penumpukan stok dapat diminimalisir.
Alternatif Ekonomi: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga timah dan memberikan pendapatan jangka panjang (pohon kelapa memiliki masa produktif yang sangat lama).
Catatan: Skema 20% bagi hasil ini biasanya merupakan pendapatan bersih bagi petani karena seluruh biaya operasional sudah ditanggung oleh investor. Namun, penting bagi masyarakat untuk memastikan detail kontrak mengenai perawatan jangka panjang dan hak kepemilikan lahan tetap terjaga.
KONDISI AWAL
Company Profile: Ekosistem Industri Kelapa Pangkalpinang
1. Pendahuluan
SIIProv Babel adalah data pusat inovasi pengolahan kelapa terpadu di Kota Pangkalpinang. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam lokal, kami menghadirkan produk turunan kelapa berkualitas tinggi—mulai dari kesehatan (VCO), kebutuhan dapur (Minyak Goreng), hingga gaya hidup (Minuman Olahan).
2. Unit Bisnis & Lini Produk
Kami mengoperasikan data beberapa titik produksi strategis yang tersebar di wilayah Pangkalpinang:
| Nama Unit | Fokus Produk | Lokasi Utama |
| VCO Akasia | Virgin Coconut Oil (Minyak Kelapa Murni) | Jl. Akasia, Bukit Merapin |
| NOUR VCO | Minyak Goreng Kelapa Premium | Jl. Kartini Dalam, Selindung Baru |
| HIJRAH VCO | VCO & Produk Kesehatan (Digital Marketing) | Pangkalpinang (Online Focused) |
| Minyak Goreng Kelapa | Industri Minyak Masak Nabati | Jl. Demang Singa Yudha, Bukit Besar |
| Olahan Kelapa | Produk Masakan & Bumbu Dapur Kelapa | Jl. Trem, Pasar Padi |
| Coconut PGK | Beverage (Minuman Kelapa Muda Kekinian) | Jl. Raya Pasir, Temberan |
Pemetaan Industri Kelapa di Pangkalpinang
| Nama Usaha / Lokasi | Jenis Produk | Fokus Utama |
| VCO (Jl. Akasia) | Minyak Kelapa Murni | Produksi Industri/Mentah |
| NOUR VCO (Selindung Baru) | Minyak Goreng Kelapa | Konsumsi Rumah Tangga |
| HIJRAH VCO | Minyak Kelapa Murni | Pemasaran Digital (Instagram) |
| Jl. Demang Singa Yudha | Minyak Goreng Kelapa | Produksi Bahan Pokok |
| Olahan Kelapa (Jl. Trem) | Produk Masak Kelapa | Kebutuhan Dapur/Kuliner |
| Coconut PGK (Temberan) | Minuman Kelapa Muda | Food & Beverage (Retail) |
Potensi Pengembangan
Melihat sebaran usaha ini, ada beberapa poin menarik yang bisa diperhatikan:
Segmentasi Pasar: HIJRAH VCO menyasar segmen gaya hidup sehat (wellness), sementara dua usaha lainnya lebih fokus pada kebutuhan pokok rumah tangga dan kuliner.
Klaster Industri: Adanya dua usaha di Kecamatan Girimaya menunjukkan potensi wilayah tersebut sebagai pusat pengolahan kelapa skala UMKM di Pangkalpinang.
Peluang Digital: Jika usaha Minyak Goreng dan Olahan Kelapa di Jl. Trem juga mulai mengadopsi pemasaran digital seperti HIJRAH VCO, jangkauan pasar mereka bisa meluas ke luar Bangka Belitung
3. Keunggulan
Kualitas Bahan Baku: Menggunakan kelapa pilihan langsung dari petani lokal Bangka Belitung.
Proses Alami: Menjamin proses pembuatan VCO tanpa pemanasan suhu tinggi (Cold Pressed) untuk menjaga nutrisi.
Varian Produk Luas: Memenuhi kebutuhan dari skala rumah tangga hingga industri kesehatan dan kuliner.
Distribusi Strategis: Memiliki titik distribusi di hampir seluruh kecamatan di Pangkalpinang (Gerunggang, Gabek, Girimaya, Bukit Intan).
Perbandingan Singkat
Fitur HIJRAH VCO Minyak Goreng Kelapa (Girimaya) Metode Proses Tanpa suhu tinggi / Kimia Biasanya melalui proses pemanasan Kegunaan Utama Kesehatan, Kecantikan, Obat Memasak, Menggoreng Target Pasar Segmen Gaya Hidup Sehat Rumah Tangga & UMKM Kuliner Media Utama Media Sosial (Instagram) Distribusi Lokal / Toko Fisik
4. Visi & Misi
Visi: Menjadi pelopor industri hilirisasi kelapa terdepan di Kepulauan Bangka Belitung.
Misi: 1. Memberikan nilai tambah pada produk kelapa lokal.
2. Menyediakan alternatif minyak goreng yang lebih sehat bagi masyarakat.
3. Memberdayakan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan bahan baku.
5. Pemasaran
Selain distribusi konvensional, kami aktif bergerak di pasar digital (khususnya melalui HIJRAH VCO) untuk menjangkau konsumen milenial yang peduli pada gaya hidup sehat melalui platform Instagram dan Marketplace.
Jenis-jenis Minyak Kelapa:
* Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil/VCO):
* Dihasilkan dari kelapa segar melalui proses tanpa pemanasan tinggi atau bahan kimia.
* Memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan aroma kelapa yang lebih kuat.
* Sering digunakan untuk kesehatan dan kecantikan.
* Minyak Kelapa RBD (Refined, Bleached, Deodorized):
* Dihasilkan dari kopra (daging kelapa kering) melalui proses pemurnian, pemutihan, dan penghilangan bau.
* Lebih stabil pada suhu tinggi dan sering digunakan untuk memasak.
* Minyak Kelapa Mentah (Crude coconut oil/CNO):
* Minyak yang di hasilkan dari proses ekstraksi dari kopra, yang nantinya akan di olah kembali menjadi minyak kelapa RBD.
Manfaat Minyak Kelapa:
* Kesehatan:
* Mengandung asam laurat yang memiliki sifat antimikroba.
* Dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
* Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat untuk fungsi otak dan kesehatan jantung.
* Kecantikan:
* Melembapkan kulit dan rambut.
* Dapat digunakan sebagai penghapus riasan.
* Membantu mengurangi peradangan pada kulit.
* Kegunaan Rumah Tangga:
* Dapat digunakan untuk memasak.
* Bahan pembuatan sabun dan produk pembersih.
* Dapat digunakan sebagai pelumas alami.
Penting untuk diketahui:
* Meskipun memiliki banyak manfaat, minyak kelapa juga mengandung lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
* Pilih minyak kelapa murni (VCO) untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.
* Minyak kelapa mentah (CNO) memerlukan proses lebih lanjut sebelum dapat dikonsumsi
Deskripsi KBLI 10422
Nama Kategori: Industri Minyak Goreng Kelapa
Penjelasan: Kelompok ini mencakup usaha pembuatan minyak goreng yang bahan utamanya berasal dari minyak kelapa mentah (CNO - Crude Coconut Oil).
Proses yang biasanya dilakukan dalam kategori ini meliputi:
Pemurnian (Refining)
Penghilangan bau (Deodorizing)
Penghilangan warna (Bleaching)
Fraksinasi (pemisahan fraksi padat dan cair) jika diperlukan untuk menghasilkan minyak goreng kelapa yang jernih.
Perbedaan Penting
Penting untuk membedakan antara kode ini dengan industri minyak nabati lainnya agar tidak salah dalam perizinan:
| Kode KBLI | Nama Industri | Bahan Baku Utama |
| 10422 | Industri Minyak Goreng Kelapa | Kelapa (Minyak Kelapa Mentah) |
| 10431 | Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit | Kelapa Sawit (CPO) |
| 10421 | Industri Minyak Mentah Kelapa | Kopra (menghasilkan minyak mentah) |
Hal yang Perlu Diperhatikan (Aspek Perizinan/PR)
Jika Anda sedang menyusun dokumen atau melakukan pendaftaran izin usaha (OSS) untuk kode ini, perhatikan hal berikut:
Skala Usaha: Tentukan apakah masuk kategori Mikro, Kecil, Menengah, atau Besar, karena akan memengaruhi jenis izin lingkungan (SPPL, UKL-UPL, atau Amdal).
Sertifikasi Produk: Produk akhir wajib memiliki izin edar dari BPOM (karena merupakan produk pangan) dan sertifikasi Halal.
Standar Mutu: Harus memenuhi SNI Minyak Goreng Kelapa yang berlaku untuk menjamin kualitas dan keamanan konsumsi.
Potensi yang Bisa Dikembangkan
Melihat persebaran ini, ada beberapa celah atau langkah strategis yang bisa diambil untuk memperkuat ekosistem usaha tersebut:
Diversifikasi Limbah: Belum disebutkan adanya usaha yang mengolah sabut kelapa (cocopeat/cocofiber) atau tempurung kelapa (briket arang). Ini adalah peluang ekspor yang besar.
Sertifikasi & Branding: Untuk produk seperti NOUR atau HIJRAH VCO, penguatan pada sertifikasi BPOM dan Halal akan sangat membantu ekspansi ke pasar luar Bangka.
Kolaborasi Lokal: Usaha minuman seperti Coconut PGK bisa berkolaborasi dengan produsen Olahan Kelapa untuk menyuplai bahan baku atau menciptakan produk bundling.







.png)
.jpg)

